Jumat, 13 November 2015

Pendidikan Islam

Artikel: Pendidikan Agama Islam – Pengertian Amanah dan Penerapannya

BAB I    
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Amanah adalah kata yang sering dikaitkan dengan kekuasaan dan materi. Namun sesungguhnya kata amanah tidak hanya terkait dengan urusan-urusan seperti itu. Secara syar’i, amanah bermakna.Amanah merupakan salah satu mandat atau tanggung jawab yang dititipkan kepada seseorang untuk menjalaninya dengan rasa tanggung jawab. amanah tidak melulu menyangkut urusan material dan hal-hal yang bersifat fisik. Kata-kata adalah amanah. Menunaikan hak Allah adalah amanah. Memperlakukan sesama insan secara baik adalah amanah. Apapun  yang diberikan Allah Swt adalah amanah yang akan menjadi beban diakhirat nanti.
B.     Rumusan Masalah
  1. Pengertian Amanah
  2. Amanah dan Iman
  3. Macam-Macam Amanah
  4. Makna Amanah
  5. Dalil-Dalil Syariat
  6. Hubungan Amanah Dengan Keimanan
  7. Jenis-Jenis Amanah
   BAB II    
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Amanah
Rasulullah saw. bersabda, “Tiada iman pada orang yang tidak menunaikan amanah; dan tiada agama pada orang yang tidak menunaikan janji.” (Ahmad dan Ibnu Hibban)
Amanah adalah kata yang sering dikaitkan dengan kekuasaan dan materi. Namun sesungguhnya kata amanah tidak hanya terkait dengan urusan-urusan seperti itu. Secara syar’i, amanah bermakna: menunaikan apa-apa yang dititipkan atau dipercayakan. Itulah makna yang terkandung dalam firman Allah swt.: “Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian untuk menunaikan amanah-amanah kepada pemiliknya; dan apabila kalian menetapkan hukum di antara manusia hendaklah kalian menetapkan hukum dengan adil.” (An-Nisa: 58)
Ayat di atas menegaskan bahwa amanah tidak melulu menyangkut urusan material dan hal-hal yang bersifat fisik. Kata-kata adalah amanah. Menunaikan hak Allah adalah amanah. Memperlakukan sesama insan secara baik adalah amanah. Ini di perkuat dengan perintah-Nya: “Dan apabila kalian menetapkan hukum di antara manusia hendaklah kalian menetapkan hukum dengan adil.” Dan keadilan dalam hukum itu merupakan salah satu amanah besar.
Itu juga di perjelas dengan sabda Rasulullah saw., “Setiap kalian adalah pemimpin dan karenanya akan diminta pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya. Amir adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban tentang mereka. Lelaki adalah pemimpin di tengah keluarganya dan ia akan diminta pertanggungjawaban tentang mereka. Seorang wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan atas anak-anaknya dan ia akan diminta pertanggungjawaban tentangnya.
Seorang hamba adalah pemimpin atas harta tuannya dan ia akan diminta pertanggungjawaban tentang itu. Dan setiap kalian akan diminta pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya.” (Muttafaq ‘Alaih)
Dan Allah SWT. berfirman: “Sesungguhnya Kami menawarkan amanah kepada langit, bumi, dan gunung-gunung. Namun mereka menolak dan khawatir untuk memikulnya. Dan dipikullah amanah itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim lagi amat bodoh.” (Al-Ahzab 72)
Dari nash-nash Al-Qur’an dan sunnah di atas nyatalah bahwa amanah tidak hanya terkait dengan harta dan titipan benda belaka. Amanah adalah urusan besar yang seluruh semesta menolaknya dan hanya manusialah yang diberikan kesiapan untuk menerima dan memikulnya. Jika demikian, pastilah amanah adalah urusan yang terkait dengan jiwa dan akal. Amanah besar yang dapat kita rasakan dari ayat di atas adalah melaksanakan berbagai kewajiban dan menunaikannya sebagaimana mestinya.
B.     Amanah dan Iman
Amanah adalah tuntutan iman. Dan khianat adalah salah satu ciri kekafiran. Sabda Rasulullah saw. sebagaimana disebutkan di atas menegaskan hal itu, “Tiada iman pada orang yang tidak menunaikan amanah; dan tiada agama pada orang yang tidak menunaikan janji.” (Ahmad dan Ibnu Hibban)
Barang siapa yang hatinya kehilangan sifat amanah, maka ia akan menjadi orang yang mudah berdusta dan khianat. Dan siapa yang mempunyai sifat dusta dan khianat, dia berada dalam barisan orang-orang munafik. Disia-siakannya amanah disebutkan oleh Rasulullah saw. sebagai salah satu ciri datangnya kiamat. Sebagaimana disampaikan Abu Hurairah –semoga Allah meridhainya–, Rasulullah saw. bersabda, “Jika amanah diabaikan maka tunggulah kiamat.” Sahabat bertanya, “Bagaimanakah amanah itu disia-siakan, wahai Rasulullah?” Rasulullah saw. menjawab, “Jika suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancuran.” (Al-Bukhari)
C.    Macam-macam Amanah
Pertama, amanah fitrah. Dalam fitrah ada amanah. Allah menjadikan fitrah manusia senantiasa cenderung kepada tauhid, kebenaran, dan kebaikan. Karenanya, fitrah selaras betul dengan aturan Allah yang berlaku di alam semesta. Allah swt. berfirman: “Dan ingatlah ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul, (Engkau Tuhan kami) kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan).” (Al-A’raf: 172).
Akan tetapi adanya fitrah bukanlah jaminan bahwa setiap orang akan selalu berada dalam kebenaran dan kebaikan. Sebab fitrah bisa saja terselimuti kepekatan hawa nafsu dan penyakit-penyakit jiwa (hati). Untuk itulah manusia harus memperjuangkan amanah fitrah tersebut agar fitrah tersebut tetap menjadi kekuatan dalam menegakkan kebenaran.
Kedua, amanah taklif syar’i (amanah yang diembankan oleh syari’at). Allah SWT. telah menjad©ikan ketaatan terhadap syariatnya sebagai batu ujian kehambaan seseorang kepada-Nya. Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah telah menetapkan fara-idh (kewajiban-kewajiban), maka janganlah kalian mengabaikannya; menentukan batasan-batasan (hukum), maka janganlah kalian melanggarnya; dan mendiamkan beberapa hal karena kasih sayang kepada kalian dan bukan karena lupa.” (hadits shahih)
Ketiga, amanah menjadi bukti keindahan Islam. Setiap muslim mendapat amanah untuk menampilkan kebaikan dan kebenaran Islam dalam dirinya. Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang menggariskan sunnah yang baik maka dia mendapatkan pahalanya dan pahala orang-orang rang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun.” (Hadits shahih)
Keempat, amanah dakwah. Selain melaksanakan ajaran Islam, seorang muslim memikul amanah untuk mendakwahkan (menyeru) manusia kepada Islam itu. Seorang muslim bukanlah orang yang merasa puas dengan keshalihan dirinya sendiri.
Ia akan terus berusaha untuk menyebarkan hidayah Allah kepada segenap manusia. Amanah ini tertuang dalam ayat-Nya: “Serulah ke jalan Rabbmu dengan hikmah dan nasihat 0yang baik.” (An-Nahl: 125)
Rasulullah saw. juga bersabda, “Jika Allah memberi petunjuk kepada seseorang dengan usaha Anda, maka hal itu pahalanya bagi Anda lebih dibandingkan deng0an dunia dan segala isinya.” (al-hadits)
Kelima, amanah untuk mengukuhkan kalimatullah di muka bumi. Tujuannya agar manusia tunduk hanya kepada Allah swt. dalam segala aspek kehidupannya. Tentang amanah yang satu ini, Allah swt. menegaskan: “Allah telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wahyukan kepada Ibrahim, Musa, dan Isa, yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kalian berpecah-belah tentangnya.” (Asy-Syura: 13)
Keenam, amanah tafaqquh fiddin (mendalami agama). Untuk dapat menunaikan kewajiban, seorang muslim haruslah memahami Islam. “Tidaklah sepatutnya bagi orang-orang yang beriman itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama.” (At-Taubah: 122)
“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shalih bahwa dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentosa. mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (An-Nur: 55)
D.    MAKNA AMANAH
1.   Secara Bahasa: Bermakna al-wafa’ (memenuhi) dan wadi’ah (titipan)
2.   Secara Definisi: Seorang muslim memenuhi apa yang dititipkankan kepadanya. Hal ini didasarkan pada firman ALLAH SWT: “Sesungguhnya ALLAH memerintahkan kalian untuk mengembalikan titipan-titipan kepada yang memilikinya, dan jika menghukumi diantara manusia agar menghukumi dengan adil…” (QS 4/58)
Maka yang termasuk amanah bukan hanya dalam hal materi atau hal yang berkaitan dengan kebendaan saja, melainkan berkaitan dengan segala hal, seperti memenuhi tuntutan ALLAH adalah amanah, bergaul dengan manusia dengan cara yang terbaik adalah amanah, demikian seterusnya.
E.     DALIL-DALIL SYARIAT
1.   Al-Qur’an: Kedua firman ALLAH SWT di atas (QS 4/58; 33/72) dan QS 2/283; 8/27; 23/8; 70/32
2.   As-Sunnah:
“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawaban kelak di hari Kiamat, seorang pemimpin pemerintahan adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban tentang rakyatnya, suami adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban tentang anggota keluarganya, istri adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban tentang rumah tangga suaminya serta anak-anaknya, dan seorang pembantu adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban tentang harta benda majikannya, ingatlah bahwa setiap kalian adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban kelak di hari Kiamat.” (HR Muttafaq ‘alaih, dalam Lu’lu wal Marjan hadits no. 1199)
“Ada 4 perkara yang jika semuanya ada pada dirimu maka tidak berbahaya bagimu apa yang terlepas darimu dalam dunia: Benar ketika berbicara, menjaga amanah, sempurna dalam akhlaq, menjaga diri dari meminta.” (HR Ahmad dalam musnadnya 2/177; Hakim dalam al-Mustadrak 4/314 dari Ibnu Umar ra; berkata Imam al-Mundziri ttg hadits ini: Telah meriwayatkan Ahmad, Ibnu Abi Dunya, Thabrani, Baihaqi dengan sanad yang hasan, lih. At-Targhib wa Tarhib 3/589)
 F.     HUBUNGAN AMANAH DENGAN KEIMANAN
1.   Amanah Merupakan Tuntutan Iman, dan khianat merupakan tanda hilangnya keimanan dan mulai merasuknya kekafiran dalam diri seseorang. Sabda nabi SAW: “Tidak ada iman pada orang-orang yang tidak ada amanah dalam dirinya, dan tidak ada agama pada orang yang tidak bisa dipegang janjinya.” (HR Ahmad 3/135, Ibnu Hibban dalam shahihnya Mawarid azh-Zham’an-47, al-Bazzar dalam musnadnya Kasyful Astar-100, lih. Juga dalam Albani Shahih Jami’ Shaghir-7056.
2.   Hilangnya Amanah Merupakan Tanda Kiamat, yang salah satu cirinya adalah dipegangnya amanah oleh yang orang-orang bukan ahlinya dalam masalah tersebut. Sabda nabi SAW: “Ketika amanah telah disia-siakan maka tunggulah tibanya Kiamat.” Kata para sahabat ra: Bagaimanakah disia-siakannya wahai rasuluLLAH? Jawab nabi SAW: “Ketika suatu urusan dipegang oleh yang bukan ahlinya maka tunggulah tibanya Kiamat.’” (HR Bukhari dalam Fathul Bari’ hadits no. 59 dan 6496)
3.    Hilangnya Amanah Terjadi Bertahap, sebagaimana sabda nabi SAW: “Seorang tertidur maka hilanglah amanah dari hatinya bagaikan titik hitam, lalu ketika ia tertidur lagi maka hilanglah amanah tersebut bagaikan bekas/jejak, demikianlah seterusnya sampai tidak ada lagi amanah dihatinya, dan tidak ada lagi di hati manusia, sehingga mereka tidak menemukan lagi orang yang amanah. Maka berkatalah sebagian mereka: Di tempat anu masih ada seorang yang bisa dipercaya. Sampai dikatakan kepada seseorang: Ia tidak bisa dipegang, tidak berakal, tidak ada dihati mereka sebesar biji sawi dari keimanan.” (HR Muslim dalam Mukhtashar Shahih Muslim hadits no. 2035)
G.    JENIS-JENIS AMANAH
Islam adalah agama yang sempurna, ia adalah sistem yang mencakup IPOLEKSOSBUDHANKAM (Idiologi, POLitik, Ekonomi, SOSial BUDaya serta pertaHANan dan KeAManan). Islam tidak hanya bicara aqidah atau ibadah saja melainkan ia adalah sebuah sistem yang paripurna mencakup aqidah dan ibadah, agama dan negara, peradaban dan pedang.
Oleh karenanya maka amanah yang dibebankan ALLAH SWT atas seorang muslim adalah mengarahkan semua sistem di atas agar sesuai dengan aturan ALLAH SWT, dan membebaskan manusia dari penyembahan manusia atas manusia dalam seluruh aspek kehidupan menuju penyembahan kepada ALLAH SWT saja, tiada sekutu bagi-NYA, untuk-NYA kita beramal dan kepada-NYA kita akan kembali.
Oleh karena itu maka amanah yang diberikan kepada manusia adalah sebagai berikut:
  1. Amanah Fithrah: Yaitu amanah yang diberikan oleh Sang Pencipta SWT sejak manusia dalam rahim ibunya, bahkan jauh sejak dimasa alam azali, yaitu mengakui bahwa ALLAH SWT sebagai RABB/Pencipta, Pemelihara dan Pembimbing (QS 7/172).
  2. Amanah Syari’ah/Din: Yaitu untuk tunduk patuh pada aturan ALLAH SWT dan memenuhi perintah-NYA dan menjauhi larangan-NYA, barangsiapa yang tidak mematuhi amanah ini maka ia zhalim pada dirinya sendiri, dan bodoh terhadap dirinya, maka jika ia bodoh terhadap dirinya maka ia akan bodoh terhadap RABB-nya (QS 33/72).
  3.  Amanah Hukum/Keadilan: Amanah ini merupakan amanah untuk menegakkan hukum  ALLAH SWT secara adil baik dalam kehidupan pribadi, masyarakat maupun bernegara (QS 4/58). Makna adil adalah jauh dari sifat ifrath (ekstrem/berlebihan) maupun tafrith (longgar/berkurangan).
  4.  Amanah Ekonomi: Yaitu bermu’amalah dan menegakkan sistem ekonomi yang sesuai dengan aturan syariat Islam, dan menggantikan ekonomi yang bertentangan dengan syariat serta memperbaiki kurang sesuai dengan syariat (QS 2/283).
  5.  Amanah Sosial: Yaitu bergaul dengan menegakkan sistem kemasyarakatan yang Islami, jauh dari tradisi yang bertentangan dengan nilai Islam, menegakkan amar ma’ruf dan nahi munkar, menepati janji serta saling menasihati dalam kebenaran, kesabaran dan kasih-sayang (QS 23/8).
  6.  Amanah Pertahanan dan Kemanan: Yaitu membina fisik dan mental, dan mempersiapkan kekuatan yang dimiliki agar bangsa, negara dan ummat tidak dijajah oleh imperialisme kapitalis maupun komunis dan berbagai musuh Islam lainnya (QS 8/27).
 BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Amanah adalah kata yang sering dikaitkan dengan kekuasaan dan materi. Namun sesungguhnya kata amanah tidak hanya terkait dengan urusan-urusan seperti itu. Secara syar’i, amanah bermakna: menunaikan apa-apa yang dititipkan atau dipercayakan.
Macam-macam amanah : amanah fitrah amanah Syariah.
Amanah Merupakan Tuntutan Iman, dan khianat merupakan tanda hilangnya keimanan dan mulai merasuknya kekafiran dalam diri seseorang. Sabda nabi SAW: “Tidak ada iman pada orang-orang yang tidak ada amanah dalam dirinya, dan tidak ada agama pada orang yang tidak bisa dipegang janjinya.
Hilangnya Amanah Merupakan Tanda Kiamat, yang salah satu cirinya adalah dipegangnya amanah oleh yang orang-orang bukan ahlinya dalam masalah tersebut. Sabda nabi SAW: “Ketika amanah telah disia-siakan maka tunggulah tibanya Kiamat
Dalil-Dalil:
Al-Qur’an: Kedua firman ALLAH SWT di atas (QS 4/58; 33/72) dan QS 2/283; 8/27; 23/8; 70/32.
As-Sunnah :
“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawaban kelak di hari Kiamat
B.     Saran
Amanah merupakan sesuatu kepercayaan yang diberikan kepada umat manusia dari siapapun kepada siapapun dan harus dipertanggung jawabkan baik burukya dihadapan Allah swt dikemudian hari.

Cara Menghilangkan Dosa

Menghilangkan Dosa Dengan Tobat Dan Istighfar

 on Wednesday, 11 March 2015 
Apakah Dosa itu dan bagaimana caramenghilangkannya. Umat Kristen dengan doktrin penebusan dosanya meyakini bahwa dosa manusia sudah ditebus oleh darah Yesus di tiang salib. Manusia terlalu kotor dan tidak mampu menghilangkannya dengan kekuatan sendiri, hanya Yesuslah yang bisa menebus segala kesalahan. Tetapi Islam tidak mengajarkan konsep penebusan dosa tersebut tetapi Islam mengajarkan dosa bisa dihilangkan dengan tobat. Allah menciptakan manusia tidak hanya diberikan segala kemampuan jasmaniah melainkan telah dilengkapi juga kekuatan rohaniah, termasuk ketika dia berdosa manusia sebenarnya telah diberi kemampuan untuk bangkit, dengan bertobat dan menebusnya dengan kebaikan yang lebih banyak. 

Hakikat dosa bukanlah bahwa Allah menciptakan dosa lalu kemudian sesudah ribuan tahun baru terpikir oleh-Nya untuk pengampunan dosa, tidak; tetapi sebagaimana lalat memiliki dua sayap, di satu sayapnya terdapat penawar dan di sebelahnya terdapat racun, demikian pula pada manusia ada dua 'sayap' satu sayap maksiat dan yang satu lagi sayap penyesalan. 

tobat dan istighfar

Tobat merupakan bukti perasaan menyesal. Ini sudah merupakan kaidah umum bahwa jika seseorang memukul orang lain maka sesudahnya ia akan menyesal dan merasa bersalah, seolah-olah kedua sayapnya mengepak secara bersamaan, yaitu ketika racun beraksi terdapat pula antidotnya. Kini pertanyaannya adalah mengapa dosa itu dibuat, mengapa manusia tidak diciptakan saja menjadi suci semua tanpa cela sebagaimana pikiran orang-orang Kristen. Jawabannya adalah kendatipun ia racun namun karena terdapat sifat mematahkan di dalamnya, maka ia memiliki fungsi sebagai penawar. Racun juga apabila sudah melalui sebuah proses maka itu akan berfungsi sebagai obat. Dari racun-racun seperti itu banyak sekali diramu menjadi obat-obatan. Dari suatu kesalahan seorang dapat belajar sehingga menjadi insan yang lebih kuat, yang lebih awas. 

Jika tidak ada dosa maka akan muncul racun yang lain, yaitu racun keangkuhan yang dengan itu akan menghancurkan manusia. Jadi tobat akan berfungsi menghilangkannya. Tobat akan menghindarkan manusia dari bahaya takabur dan ujub. 

Bertobat Dengan Memperbanyak Istighfar

Sebagai seorang mukmin mestilah kita memperbanyak istighfar dan tobat kepada Allah. Jika satu sayap sudah mengepak, artinya kita telah diperingatkan untuk kembali kepada Allah meminta ampun, dan selanjutnya memperbaiki kesalahan dengan tidak mengulanginya dan menggantinya dengan kebaikan-kebaikan yang baru. Jika junjungan kita yang Mulia Nabi Muhammad saw saja masih beristighfar setidaknya 70 kali sehari, maka apalagi kita yang seharusnya melakukan lebih banyak lagi. Tobat itu tidak berarti hanya berlaku kepada orang yang pada saat itu melakukan dosa, tetapi tobat juga belaku untuk setiap kondisi sebagai penghadang dari potensi dosa yang bisa saja terjadi kemudian hari. Ia akan menjadi pelindung, yaitu kita yang mengenali dosa itu sebagai dosa maka ia akan lebih berhati-hati untuk menjauhi dosa tersebut. 

Jika kita dengan kesungguhan hati menangis memohon ampunan kepada Allah, maka Allah dengan sifat Ghofurnya akan memaafkan kita. Seseorang yang terus beristighfar maka hatinya akan melihat dosa itu sebagai suatu hal yang jijik dan ia tidak ingin mendekatinya. 

Secara alami umat Islam telah tertanam rasa jijik akan daging babi, padahal ribuan perbuatan lainnya yang kotor tetap saja dilakukan. Jadi hikmahnya adalah Allah telah meletakkan contoh rasa jijik dan rasa tidak suka kepada daging babi, maka rasa itu jugalah yang harus ditumbuhkan kepada setiap perbuatan dosa. Dan hal itu bisa dilakukan dengan tobat dan memperbanyak istighfar. 

Jika dalam diri manusia telah tertanam rasa benci pada dosa dan kemudia mengayunkan langkahnya kepada perbaikan diri, maka lama kelamaan segenap keburukannya akan menjauh. 

Yakinlah bahwa di dalam tobat terdapat buah-buah yang berlimpah. Ini merupakan sumber mata air keberkatan. Pada hakikatnya para wali dan orang-orang saleh adalah mereka yang bertobat dan kemudian mereka terus istiqomah dalam tobatnya. 

Oleh karena itu kita harus tingkatkan tobat kita kita jadikanlah amal kita mendatangkan ridho sang Pemilik kita. Ingatlah bahwa hukuman dari kekeliruan akidah kita akan diputuskan di akhirat nanti, keputusan menjadi orang Hindu atau Kristen atau menjadi orang Islam. Tetapi orang yang aniaya yang bergelimang dosa dan pelanggaran, di dunia ini juga ia akan mendapatkan hukuman.

Sabda Nabi saw berikut kiranya dapat menjadikan kita hamba-hamba yang bertobat dan memperbaiki diri.

"Allah lebih senang kepada orang yang bertobat daripada orang yang haus menemukan air, orang yang mandul lalu punya anak, dan orang yang tersesat lalu menemukan jalan. Dan barangsiapa bertobat kepada Allah dengan tobat yang baik, maka Allah membuat lupa dua malaikat yang mengawasi amal tersebut (Rakid dan Atid), seluruh anggota badannya, dan tempat dalam tanah (kubur) terhadap kesalahan-kesalahan orang yang tobat dan dosa-dosanya." (HR Ibnu Abbas)

Fakta Tentang Islam

40 Fakta Unik Tentang Islam

Sebagian orang masih banyak yang meragukan tentang kebenaran agama islam ini, tak kecuali adalah mereka yang telah mengaku sebagai muslim. Makanya perlu kita ketahui bahwa Islam adalah agama yang hak dengan beberapa fakta dibawah ini :


1. Nama “Muhammad” adalah nama yang paling populer di seluruh dunia (walaupun salah mahomed..mohammed..dll) dan menempati urutan nomor dua di negara Inggris untuk nama bayi laki-laki ( urutan pertama ditempati oleh nama ‘Jack’ )

2. Albania merupakan negara satu-satunya di benua Eropa yang 90% penduduknya beragama Islam


3. Kata-kata berikut ini diserap dari bahasa Arab : Algebra, Zero, Cotton, Sofa, Rice, Candy, Safron, Balcony, bahkan ‘Alcohol’ juga berasal dari bahasa Arab, Al-Kuhl, yang mempunyai arti bubuk

4. Beberapa ayat di dalam Al-Qur’an menggambarkan pentingnya persamaan hak antara pria dan wanita ( secara perhitungan matematik ). Kata “Pria” dan “Wanita” di dalam Al-Qur’an sama-sama berjumlah 24

5. Tidak ada apa-apa di dalam Ka’bah

6. Islam merupakan agama yang pertumbuhannya paling cepat di dunia menurut banyak sumber, diperkirakan akan menjadi agama nomor 1 pada tahun 2030

7. Umat Hindu percaya bahwa di dalam Ka’Bah ada salah satu dari Tuhan mereka yang bernama ‘Shiva Lingam‘

8. Nabi Muhammad SAW melaksanakan ibadah haji hanya 2 kali dalam hidupnya

9. Jikalau sekarang Al-Qur’an dihancurkan, maka versi arab dari Al-Qur’an akan segera di-recover oleh jutaan muslim, yang disebut Huffaz yang telah menghafalkan kata-kata di dalam Al-Qur’an dari mulai awal sampai dengan akhir ayat.

10. Nama original dari kota suci Madinah adalah “Yasthrib"

11. pemeluk Islam bertambah 2,9% per tahun. Pertumbuhan ini lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan jumlah penduduk bumi sendiri yang hanya 2,3% per tahun.

12. Berdasarkan data dari Departmen Pertahanan Amerika Serikat. Dari 1,4 juta prajurit di militer Amerika, diperkirakan ada sekitar 3.700 yang beragama Islam ( Muslim ).

13. islam menyebar ke bumi nusantara ketika Nabi Muhammad masi hidup

14. Sebanyak 8 juta orang Muslim yang kini ada di AS dan 20.000 orang AS masuk Islam setiap tahun setelah peristiwa 9/11

15. Jasad Nabi Muhammad pernah ingin dicuri 2 kali, namun kedua2nya gagal dan salah satu yang mencuri dihilangkan oleh Allah dari bumi

16. Jasad Firaun (Ramses II) yang tenggelam di laut merah, Baru ditemukan
oleh arkeolog Giovanni Battista Belzoni tahun 1817. setelah 3000 tahun berada di bawah tanah dan pasir

17. Al Qur’an adalah satu-satunya kitab suci yang bisa dihafal jutaan manusia (Hafidz/penghafal Al Qur’an) sehingga keaslian/kesuciannya selalu terjaga.

18. Jika agama lain bisa punya lebih dari 4 versi kitab suci yang berbeda satu dengan lainnya, maka Al Qur’an hanya ada satu dan tak ada pertentangan di dalamnya:

19. Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi yang berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), radiasi tersebut menembus planet mars dan masih berlanjut. peneliti mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.
Spoiler for sumber:
http://www.indomp3z.us/archive/index.php/t-88731.html

20. Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air.

21. Shalat yang pertama dilakukan oleh Rasulallah Saw menghadap Masjidil Haram adalah shalat Ashar bersama para sahabat, setelah sebelumnya berkiblat ke Masjidil Baitul Maqdis selama enam belas bulan.

22. IBRAHIM adalah "Bapak" dari tiga agama besar, yakni "Judaisme", "Nasrani", dan "Islam".

23. Malaikat tidak terhitung jumlahnya dan hanya Allah yang mengetahuinya.

24. Islam, berarti "submisi" atau "menyerah" kepada satu Tuhan, Allah. "Islam" juga berasal dari kata "salam", "perdamaian" dan yang kedua dalam arti "berserah diri". demikian, arti dari "Islam" adalah "kedamaian yang sempurna yang datang bila kita hidup berserah diri kepada Allah".

25. Rasulullah pernah membelah bulan menjadi 2 bagian, dengan hanya menunjuk bulan dengan jarinya. diabadikan Allah dalam al-Qur'an surah Al-Qamar ayat 1: "Sungguh telah dekat hari qiamat, dan bulan pun telah terbelah."

26. sebelum Nabi Ibrahim menginjakkan kakinya ke tanah Makkah sudah ada bangunan Ka'bah yang telah dibangun oleh malaikat dan generasi
sebelum Nabi Ibrahim as. Hal itu dapat dipahami dari kata "Yarfa'u" meninggikan berarti meninggikan bangunan yang sudah ada.
sumber : http://www.acehforum.or.id/sejarah-p...ah-t17975.html

27. Aliran sesat di Indonesia dalam rentangan waktu selama 6 tahun saja (2001 – 2006) telah mencapai angka 250 aliran.

28. Rasulullah menyebutkan ada 73 golongan dalam islam, dan hanya 1 yang akan masuk jannah yaitu "Al Jama’ah".

29. Nabi Muhammad tidak bisa membaca dan tidak bisa menulis, namun ingatannya sangat kuat dan sangat cerdas.

30. kata2 terakhir Nabi Muhammad sebelum wafat adalah "Ummatii … ummatii … ummatii" yang mengungkapkan betapa besar cintanya kepada umatnya.

31. Selama 23 kali perang semasa Rasulullah memimpin, hanya sekali kekalahan yang di derita kaum muslimin, yakni, perang uhud

32. Musa A.S adalah nama yang paling sering disebut dalam Al-Qur'an, sedangkan maryam adalah satu2nya nama perempuan yang disebut dalam Al-Qur'an.

33. Al-Qur'an adalah buku terlaris di benua eropa.

34. Semua anak Nabi Muhammad, yakni, Al-Qasim,Abdullah dan Ibrahim, meninggal kurang lebih pada usia 2 tahun. Allah sengaja memanggil mereka lebih awal agar kaum muslimin tidak mengangkat mereka menjadi rasul yang baru.

35. Imam Ali bin Abi Thalib adalah satu-satunya orang yang pernah lahir di dalam Ka’bah.

36. Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam.

37. Al Khowarizmi (matematika), Jabir Ibn Hayyan (kimia), Ibnu Khaldun (sosiologi dan sejarah), Ibnu Sina (kedokteran), Ar Razi (kedokteran), Al Biruni (fisika), Ibnu Batutah (antropologi) adalah contoh dari ratusan cendikiawan muslim yang menjadi rujukan dalam ilmu pengetahuan modern.

38. Hijir Ismail ini dahulu merupakan tempat tinggal Nabi Ismail, disitulah Nabi Ismail tinggal semasa hidupnya dan kemudian menjadi kuburan beliau dan juga ibunya.

39. Maqom Ibrahim bukanlah kuburan Nabi Ibrahim sebagaimana dugaan atau pendapat sebagian orang. Maqom Ibrahim adalah batu pijakan pada saat Nabi Ibrahim membangun Ka'bah.

40. pasukan Salib datang ke Timur ketika Khalifah Bani Abbas berada dalam masa kemunduran. Tak diduga, banyak anggota pasukan Salib tertarik kepada Islam dan kemudian menggabungkan diri dengan pasukan Salib lainnya. Thomas Arnold, dalam Al Da'wah ila Al Islam, menyebutkan bahwa mereka masuk Islam setelah melihat kepahlawanan Salahuddin sebagai cerminan ajaran Islam.

sumber : http://sayakasihtahu.blogspot.com/2011/10/40-fakta-unik-tentang-islam.html#ixzz1bwcObUoT

Sumber: http://kotakhitamdunia.blogspot.com/2011/10/40-fakta-unik-tentang-islam.html#ixzz1bz2LZasc

Kamis, 12 November 2015

Pacaran Dalam Islam

Seseorang bertanya kepada Nabi SAW, "Ya Rasulullah, terangkan kepadaku, apa yang paling berat dan apa yang paling ringan dalam beragama Islam?"

Nabi bersabda, "Yang paling ringan dalam beragama Islam ialah membaca syahadat atau kesaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah Rasulullah."

"Sedang yang paling berat adalah hidup jujur (dapat dipercaya). Sesungguhnya, tidak ada agama bagi orang yang tidak jujur. Bahkan, tidak ada shalat dan tidak ada zakat bagi mereka yang tidak jujur." (HR Ahmad Bazzar).

Kalau seseorang itu beriman, mestinya ia yang jujur. Kalau tidak jujur, berarti tidak beriman. Kalau orang rajin shalat, mestinya juga jujur. Kalau tidak jujur, berarti sia-sialah shalatnya. Kalau orang sudah berzakat, mestinya ia juga jujur. Kalau tidak jujur, berarti zakatnya tidak memberi dampak positif bagi dirinya.

Anas RA berkata, "Dalam hampir setiap khutbahnya, Nabi SAW selalu berpesan tentang kejujuran. Beliau bersabda, 'Tidak ada iman bagi orang yang tidak jujur. Tidak ada agama bagi orang yang tidak konsisten memenuhi janji'."

HR Ahmad Bazzar Thobaroni menyebutkan sahabat Abu Hurairah RA berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Ciri orang munafik itu ada tiga, yaitu bicara dusta, berjanji palsu, dan ia berkhianat jika mendapat amanat (tidak jujur)'." (HR Bukhari).

Abdullah bin Utsman berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Ada empat sikap yang kalau ada pada diri seseorang maka yang bersangkutan adalah munafik tulen, yaitu kalau dapat amanat, ia berkhianat (tidak jujur); kalau berkata, selalu bohong; kalau berjanji, janjinya palsu; kalau berbisnis, licik'." (HR Bukhari Muslim).

Orang jujur itu disayangi Allah. Dan, orang yang tidak jujur dimurkai Allah SWT. Kejujuran menjadi salah satu sifat utama para Nabi, salah satu akhlak penting orang-orang yang saleh.

Kejujuran adalah kunci keberkahan. Kalau kejujuran sudah hilang di tengah-tengah masyarakat, keberkahannya pun akan hilang pula. Dan, apabila keberkahan sudah hilang, kehidupan menjadi kering, hampa tanpa makna.

Kehidupan diwarnai dengan kegelisahan, kekhawatiran, ketakutan, kecemasan, dan kekecewaan karena sulit mencari manusia yang jujur.

BAGAIMANA HUKUM PACARAN DALAM ISLAM ??

Dalam Islam, hubungan antara pria dan wanita dibagi menjadi dua, yaitu hubungan mahram dan hubungan nonmahram. Hubungan mahram adalah seperti yang disebutkan dalam Surah An-Nisa 23, yaitu mahram seorang laki-laki (atau wanita yang tidak boleh dikawin oleh laki-laki) adalah ibu (termasuk nenek), saudara perempuan (baik sekandung ataupun sebapak), bibi (dari bapak ataupun ibu), keponakan (dari saudara sekandung atau sebapak), anak perempuan (baik itu asli ataupun tiri dan termasuk di dalamnya cucu), ibu susu, saudara sesusuan, ibu mertua, dan menantu perempuan. Maka, yang tidak termasuk mahram adalah sepupu, istri paman, dan semua wanita yang tidak disebutkan dalam ayat di atas.



Uturan untuk mahram sudah jelas, yaitu seorang laki-laki boleh berkhalwat (berdua-duaan) dengan mahramnya, semisal bapak dengan putrinya, kakak laki-laki dengan adiknya yang perempuan, dan seterusnya. Demikian pula, dibolehkan bagi mahramnya untuk tidak berhijab di mana seorang laki-laki boleh melihat langsung perempuan yang terhitung mahramnya tanpa hijab ataupun tanpa jilbab (tetapi bukan auratnya), semisal bapak melihat rambut putrinya, atau seorang kakak laki-laki melihat wajah adiknya yang perempuan. Aturan yang lain yaitu perempuan boleh berpergian jauh/safar lebih dari tiga hari jika ditemani oleh laki-laki yang terhitung mahramnya, misalnya kakak laki-laki mengantar adiknya yang perempuan tour keliling dunia. Aturan yang lain bahwa seorang laki-laki boleh menjadi wali bagi perempuan yang terhitung mahramnya, semisal seorang laki-laki yang menjadi wali bagi bibinya dalam pernikahan.



Hubungan yang kedua adalah hubungan nonmahram, yaitu larangan berkhalwat (berdua-duaan), larangan melihat langsung, dan kewajiban berhijab di samping berjilbab, tidak bisa berpergian lebih dari tiga hari dan tidak bisa menjadi walinya. Ada pula aturan yang lain, yaitu jika ingin berbicara dengan nonmahram, maka seorang perempuan harus didampingi oleh mahram aslinya. Misalnya, seorang siswi SMU yang ingin berbicara dengan temannya yang laki-laki harus ditemani oleh bapaknya atau kakaknya. Dengan demikian, hubungan nonmahram yang melanggar aturan di atas adalah haram dalam Islam. Perhatikan dan renungkanlah uraian berikut ini.



Firman Allah SWT yang artinya, “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Isra: 32).



“Katakanlah kepada orang-orang mukmin laki-laki: ‘Hendaklah mereka itu menundukkan sebahagian pandangannya dan menjaga kemaluannya ….’ Dan katakanlah kepada orang-orang mukmin perempuan: ‘Hendaknya mereka itu menundukkan sebahagian pandangannya dan menjaga kemaluannya …’.”

(An-Nur: 30–31).



Menundukkan pandangan yaitu menjaga pandangan, tidak dilepas begitu saja tanpa kendali sehingga dapat menelan merasakan kelezatan atas birahinya kepada lawan jenisnya yang beraksi. Pandangan dapat dikatakan terpelihara apabila secara tidak sengaja melihat lawan jenis kemudian menahan untuk tidak berusaha melihat mengulangi melihat lagi atau mengamat-amati kecantikannya atau kegantengannya.



Dari Jarir bin Abdullah, ia berkata, “Saya bertanya kepada Rasulullah saw. tentang melihat dengan mendadak. Maka jawab Nabi, ‘Palingkanlah pandanganmu itu!” (HR Muslim, Abu Daud, Ahmad, dan Tirmizi).



Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. telah bersabda yang artinya, “Kedua mata itu bisa melakukan zina, kedua tangan itu (bisa) melakukan zina, kedua kaki itu (bisa) melakukan zina. Dan kesemuanya itu akan dibenarkan atau diingkari oleh alat kelamin.” (Hadis sahih diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Ibn Abbas dan Abu Hurairah).



“Tercatat atas anak Adam nasibnya dari perzinaan dan dia pasti mengalaminya. Kedua mata zinanya melihat, kedua teling zinanya mendengar, lidah zinanya bicara, tangan zinanya memaksa (memegang dengan keras), kaki zinanya melangkah (berjalan) dan hati yang berhazrat dan berharap. Semua itu dibenarkan (direalisasi) oleh kelamin atau digagalkannya.” (HR Bukhari).



Rasulullah saw. berpesan kepada Ali r.a. yang artinya, “Hai Ali, Jangan sampai pandangan yang satu mengikuti pandangan lainnya! Kamu hanya boleh pada pandangan pertama, adapun berikutnya tidak boleh.” (HR Ahmad, Abu Daud, dan Tirmidzi).



Al-Hakim meriwayatkan, “Hati-hatilah kamu dari bicara-bicara dengan wanita, sebab tiada seorang laki-laki yang sendirian dengan wanita yang tidak ada mahramnya melainkan ingin berzina padanya.”



Yang terendah adalah zina hati dengan bernikmat-nikmat karena getaran jiwa yang dekat dengannya, zina mata dengan merasakan sedap memandangnya dan lebih jauh terjerumus ke zina badan dengan, saling bersentuhan, berpegangan, berpelukan, berciuman, dan seterusnya hingga terjadilah persetubuhan.



Ath-Thabarani dan Al-Hakim meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Allah berfirman yang artinya, ‘Penglihatan (melihat wanita) itu sebagai panah iblis yang sangat beracun, maka siapa mengelakkan (meninggalkannya) karena takut pada-Ku, maka Aku menggantikannya dengan iman yang dapat dirasakan manisnya dalam hatinya.”



Ath-Thabarani meriwayatkan, Nabi saw. bersabda yang artinya, “Awaslah kamu dari bersendirian dengan wanita, demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, tiada seorang lelaki yang bersendirian (bersembunyian) dengan wanita malainkan dimasuki oleh setan antara keduanya. Dan, seorang yang berdesakkan dengan babi yang berlumuran lumpur yang basi lebih baik daripada bersentuhan bahu dengan bahu wanita yang tidak halal baginya.”



Di dalam kitab Dzamm ul Hawa, Ibnul Jauzi menyebutkan dari Abu al-Hasan al-Wa’ifdz bahwa dia berkata, “Ketika Abu Nashr Habib al-Najjar al-Wa’idz wafat di kota Basrah, dia dimimpikan berwajah bundar seperti bulan di malam purnama. Akan tetapi, ada satu noktah hitam yang ada wajahnya. Maka orang yang melihat noda hitam itu pun bertanya kepadanya, ‘Wahai Habib, mengapa aku melihat ada noktah hitam berada di wajah Anda?’ Dia menjawab, ‘Pernah pada suatu ketika aku melewati kabilah Bani Abbas. Di sana aku melihat seorang anak amrad dan aku memperhatikannya. Ketika aku telah menghadap Tuhanku, Dia berfirman, ‘Wahai Habib?’ Aku menjawab, ‘Aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah.’ Allah berfirman, ‘Lewatlah Kamu di atas neraka.’ Maka, aku melewatinya dan aku ditiup sekali sehingga aku berkata, ‘Aduh (karena sakitnya).’ Maka. Dia memanggilku, ‘Satu kali tiupan adalah untuk sekali pandangan. Seandainya kamu berkali-kali memandang, pasti Aku akan menambah tiupan (api neraka).”



Hal tersebut sebagai gambaran bahwa hanya melihat amrad (anak muda belia yang kelihatan tampan) saja akan mengalami kesulitan yang sangat dalam di akhirat kelak.



“Semalam aku melihat dua orang yang datang kepadaku. Lantas mereka berdua mengajakku keluar. Maka, aku berangkat bersama keduanya. Kemudian keduanya membawaku melihat lubang (dapur) yang sempit atapnya dan luas bagian bawahnya, menyala api, dan bila meluap apinya naik orang-orang yang di dalamnya sehingga hampir keluar. Jika api itu padam, mereka kembali ke dasar. Lantas aku berkata, ‘Apa ini?’ Kedua orang itu berkata, ‘Mereka adalah orang-orang yang telah melakukan zina.” (Isi hadis tersebut kami ringkas redaksinya. Hadis di ini diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim).



Di dalam kitab Dzamm ul-Hawa, Ibnul Jauzi menyebutkan bahwa Abu Hurairah r.a. dan Ibn Abbas r.a., keduanya berkata, Rasulullah saw. Berkhotbah, “Barang siapa yang memiliki kesempatan untuk menggauli seorang wanita atau budak wanita lantas dia melakukannya, maka Allah akan mengharamkan surga untuknya dan akan memasukkan dia ke dalam neraka. Barang siapa yang memandang seorang wanita (yang tidak halal) baginya, maka Allah akan memenuhi kedua matanya dengan api dan menyuruhnya untuk masuk ke dalam neraka. Barang siapa yang berjabat tangan dengan seorang wanita (yang) haram (baginya) maka di hari kiamat dia akan datang dalam keadaan dibelenggu tangannya di atas leher, kemudian diperintahkan untuk masuk ke dalam neraka. Dan, barang siapa yang bersenda gurau dengan seorang wanita, maka dia akan ditahan selama seribu tahun untuk setiap kata yang diucapkan di dunia. Sedangkan setiap wanita yang menuruti (kemauan) lelaki (yang) haram (untuknya), sehingga lelaki itu terus membarengi dirinya, mencium, bergaul, menggoda, dan bersetubuh dengannya, maka wanitu itu juga mendapatkan dosa seperti yang diterima oleh lelaki tersebut.”



‘Atha’ al-Khurasaniy berkata, “Sesungguhnya neraka Jahanam memiliki tujuh buah pintu. Yang paling menakutkan, paling panas, dan paling bisuk baunya adalah pintu yang diperuntukkan bagi para pezina yang melakukan perbuatan tersebut setelah mengetahui hukumnya.”



Dari Ghazwan ibn Jarir, dari ayahnya bahwa mereka berbicara kepada Ali ibn Abi Thalib mengenai beberapa perbuatan keji. Lantas Ali r.a. berkata kepada mereka, “Apakah kalian tahu perbuatan zina yang paling keji di sisi Allah Jalla Sya’nuhu?” Mereka berkata, “Wahai Amir al-Mukminin, semua bentuk zina adalah perbuatan keji di sisi Allah.” Ali r.a. berkata, “Akan tetapi, aku akan memberitahukan kepada kalian sebuah bentuk perbuatan zina yang paling keji di sisi Allah Tabaaraka wa Taala, yaitu seorang hamba berzina dengan istri tetangganya yang muslim. Dengan demikian, dia telah menjadi pezina dan merusak istri seorang lelaki muslim.” Kemudian, Ali r.a. berkata lagi, “Sesungguhnya akan dikirim kepada manusia sebuah aroma bisuk pada hari kiamat, sehingga semua orang yang baik maupun orang yang buruk merasa tersiksa dengan bau tersebut. Bahkan, aroma itu melekat di setiap manusia, sehingga ada seseorang yang menyeru untuk memperdengarkan suaranya kepada semua manusia, “Apakah kalian tahu, bau apakah yang telah menyiksa penciuman kalian?” Mereka menjawab, “Demi Allah, kami tidak mengetahuinya. Hanya saja yang paling mengherankan, bau tersebut sampai kepada masing-masing orang dari kita.” Lantas suara itu kembali terdengar, “Sesungguhnya itu adalah aroma alat kelamin para pezina yang menghadap Allah dengan membawa dosa zina dan belum sempat bertobat dari dosa tersebut.”



Bukankah banyak kejadian orang-orang yang berpacaran dan bercinta-cinta dengan orang yang telah berkeluarga? Jadi, pacaran tidak hanya mereka yang masih bujangan dan gadis, tetapi dari uisa akil balig hingga kakek nenek bisa berbuat seperti yang diancam oleh hukuman Allah tersebut di atas. Hanya saja, yang umum kelihatan melakukan pacaran adalah para remaja.



Namun, bukan berarti tidak ada solusi dalam Islam untuk berhubungan dengan nonmahram. Dalam Islam hubungan nonmahram ini diakomodasi dalam lembaga perkawinan melalui sistem khitbah/lamaran dan pernikahan.



“Hai golongan pemuda, siapa di antara kamu yang mampu untuk menikah, maka hendaklah ia menikah, karena menikah itu lebih menundukkan pandangan, dan lebih memelihara kemaluan. Tetapi, siapa yang tidak mampu menikah, maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu dapat mengurangi syahwat.” (HR Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmizi, Nasai, Ibnu Majah, Ahmad, dan Darami).



Selain dua hal tersebut di atas, baik itu dinamakan hubungan teman, pergaulan laki perempuan tanpa perasaan, ataupun hubungan profesional, ataupun pacaran, ataupun pergaulan guru dan murid, bahkan pergaulan antar-tetangga yang melanggar aturan di atas adalah haram, meskipun Islam tidak mengingkari adanya rasa suka atau bahkan cinta. Anda bahkan diperbolehkan suka kepada laki-laki yang bukan mahram, tetapi Anda diharamkan mengadakan hubungan terbuka dengan nonmahram tanpa mematuhi aturan di atas. Maka, hubungan atau jenis pergaulan yang Anda sebutkan dalam pertanyaan Anda adalah haram. Kalau masih ingin juga, Anda harus ditemani kakak laki-laki ataupun mahram laki-laki Anda dan Anda harus berhijab dan berjilbab agar memenuhi aturan yang telah ditetapkan Islam.



Hidup di dunia yang singkat ini kita siapkan untuk memperoleh kemenangan di hari akhirat kelak. Oleh karena itu, marilah kita mulai hidup ini dengan bersungguh-sungguh dan jangan bermain-main. Kita berusaha dan berdoa mengharap pertolongan Allah agar diberi kekuatan untuk menjalankan perintah dan meninggalkan larangan-Nya. Semoga Allah menolong kita, amin.



Adapun pertanyaan berikutnya kami jawab bahwa cara mengetahui sifat calon pasangan adalah bisa tanya secara langsung dengan memakai pendamping (penengah) yang mahram. Atau, bisa melalui perantara, baik itu dari keluarga atau saudara kita sendiri ataupun dari orang lain yang dapat dipercaya. Hal ini berlaku bagi kedua belah pihak. Kemudian, bagi seorang laki-laki yang menyukai wanita yang hendak dinikahinya, sebelum dilangsungkan pernikahan, maka baginya diizinkan untuk melihat calon pasangannya untuk memantapkan hatinya dan agar tidak kecewa di kemudian hari.



“Apabila seseorang hendak meminang seorang wanita kemudian ia dapat melihat sebagian yang dikiranya dapat menarik untuk menikahinya, maka kerjakanlah.” (HR Abu Daud).



Hal-hal yang mungkin dapat dilakukan sebagai persiapan seorang muslim apabila hendak melangsungkan pernikahan.

1. Memilih calon pasangan yang tepat.

2. Diproses melalui musyawarah dengan orang tua.

3. Melakukan salat istikharah.

4. Mempersiapkan nafkah lahir dan batin.

5. Mempelajari petunjuk agama tentang pernikahan.

6. Membaca sirah nabawiyah, khususnya yang menyangkut rumah tangga Rasulullah saw.

7. Menyelesaikan persyaratan administratif sesui dengan peraturan daerah tempat tinggal.

8. Melakukan khitbah/pinangan.

9. Memperbanyak taqarrub kepada Allah supaya memperoleh kelancaran.

10. Mempersiapkan walimah.



Demikian uraian jawaban Sya semoga bermanfaat,



Wallaahu a’lam.

Indahnya Persahabatan

Indahnya Persahabatan Dalam Islam

Terimalah sebagai tanda persahabatanku dengan anda semua...didalam tulisan berikaut ini, ada beberapa yang penting untuk diperhatikan dalam menjalin serta membina persahabatan. Samada itu persahabatan yang biasa, atau pun persahabatan didalam rumahtangga. Yang dibina untuk hari ini atau pun untuk selamanya.
terimalah...


Izinkan Aku Menyayangimu


A. Hebatnya kasih sayang

Sudah menjadi fitrah bagi setiap manusia ingin menyayangi dan ingin pula disayayangi. Seorang suami menyayangi istri, begitu juga dengan istri menyayangi suaminya. Setiap orangtua sangat sayang kepada anak~anaknya, dan anak~anak juga sayang kepada kedua orangtuanya. Bahkan hewan pun menyayangi anak~anaknya.

Rasa sayang itu dapat dirasakan dengan jelas dihati, dan akibatnya dapat dilihat oleh mata. Disebabkan rasa sayang ini setiap orang sanggup mengorbankan apa saja. Disebabkan rasa sayang ini setiap orang mampu melakukan apa pun. Tak ada yang perlu diragukan lagi tentang kasih sayang ini. Telah banyak bukti~bukti yang ada didepan mata kita. Seorang suami sanggup melakukan apa pun untuk membahagiakan istrinya, dan seorang istri sanggup hidup susah bersama suaminya. Seorang ibu rela memberikan makanan yang dimilikinya untuk anaknya, dan rela membiarkan dirinya menahan rasa lapar. Bahkan ada yang lebih aneh lagi; seorang kekasih sanggup bunuh diri, melepaskan nyawanya disebabkan rasa sayang itu. Berbagai kejadian~kejadian hebat dan terjadi diakibatkan rasa sayang ini. Para sahabat nabi sanggup menjadi tameng saat nabi akan dibunuh oleh musuh~musuh islam. Dan mereka lebih rela mereka mati tertusuk pedang lawan dari pada nabi yang terbunuh. Demikian juga diantara sahabat~sahabat nabi. Sebagian mereka rela mati untuk menyelamatkan yang lain. Begitulah hebatnya pengaruh~pengaruh yang mampu ditimbulkan oleh rasa sayang ini.

Apabila rasa sayang terhadap seseorang itu telah muncul, apa pun sanggup dilakukan. Tentunya kita masih ingat kisah setiap ibu yang melahirkan. Setiap ibu mempertaruhkan nyawanya saat akan melahirkan kita”buah hatinya” yang sangat disayanginya. Padahal dengan kesediaannya untuk hamil dan melahirkan, ini berarti ia telah mempertaruhkan semua kehidupannya. Boleh jadi ia akan kehilangan nyawanya sebelum dapat melihat bayinya. Dan belum pasti sang bayi –nanti jika sudah besar-akan membalas setiap pengobanannya. Inilah sekilas gambaran tentang kasih sayang.

Setiap orang mempunyai penafsiran yang berbeda~beda dalam memahami dan memaknai kasih sayang. Ada yang mengagung~agungkan kasih sayang dengan bahasa”cinta”. Bahkan hingga menjadikannya seperti tuhan dan menyembahkannya. Ada pula yang membencinya karena pernah kecewa dalam berkasih sayang. Ada yang mengatakan kasih sayang itu sangat manis, melebihi manisnya madu. Namun ada pula yang mengatakan kasih sayang itu sangat pahit, bahkan melebihi pahitnya empedu. Berbagai pandangan dan anggapan terhadap kasih sayang. Ada yang menganggap kasih sayang itu obat yang mampu menyembuhkan. Namun ada pula yang menganggap kasih sayang itu racun yang dapat melumpuhkan. Ini semua bergantung dari sudut mana ia melihatnya, dan seberapa dalam ia mengenal serta memahami kasih sayang.

Dalam islam, kasih sayang itu memiliki tempat tersendiri dan istimewa. Tanpa kasih sayang, seorang muslim akan dikatakan sebagai orang yang tidak sempurna imannya. Seperti yang dikatakan dalam sebuah hadits:” tidak sempurna iman salah seorang diantara kamu sebelum ia mencintai sahabatnya seperti ia mencintai dirinya sendiri"

Setelah kita mengetahui tentang pengaruh~pengaruh dan pentingnya kasih sayang, tentunya kita juga ingin menyayangi dan ingindisayangi. Bagaimana caranya agar kita dapat menyayangi orang lain? Sebagian orang mengatakan bahwa cinta itu datang tanpa diundang, dan tumbuh dengan sendirinya tanpa ada pengaruh atau pun rekayasa orang lain. Mungkin disatu sisi itu benar. Namun perlu kita ingat bahwa rasa kasih sayang itu memang sudah ada pada diri setiap manusia. Dan kita bisa mengendalikan kearah mana yang kita inginkan.


B. Saya Menyayangimu karena ALLAH

Para pembaca yang dikasihi…

Kita telah mengetahui tentang kasih sayang. Bahkan -disadari atau tidak- kita semua telah terlibat didalamnya dan merasakan indahnya serta manisnya kasih sayang itu. Namun terkadang kita menjadikan rasa sayang sebagai alasan untuk melakukan maksiat dan dosa~dosa. Islam tidak melarang umatnya untuk berkasih sayang. Melainkan sebaliknya, islam menganjurkan umatnya untuk saling menyayangi diantara sesama manusia dan sesama makhluk.

Suburkanlah Kasih Sayang Antara Kita

Rasa sayang terhadap seseorang bisa bertambah dan bisa pula berkurang. Setiap orang tentunya mengharapkan agar kasih sayang diantara mereka semakin bertambah mekar serta menebarkan wangi yang mempesona. Kita juga akan berharap kasih sayang yang telah tertanam tidak lapuk dimakan masa, dan tetap mekar sepanjang masa. Sehingga apabila orang lain melihatnya, orang itu akan terpesona dan terkagum~kagum. Sehingga tidak mampu untuk memberikan komentar tentang apa yang dilihat dan yang dirasakannya.

Pada masa sekarang ini sangat banyak kita dengar keluhan~keluhan dari orang~orang yang berpasangan. Sebagian mereka berkata”dulu awal pertemuan dia sangat menyayangi saya. Sekarang rasa itu telah jauh berubah”. Saat awal~awal dulu sangat perhatian, dan sangat penyayang…tapi setelah satu tahun, tidak perhatian lagi, dan tidak penyayang lagi. Apa yang terjadi…?apa yang menyebabkan semua ini..?mengapa rasa sayang yang dulu sangat harum mewangi, kini tiada warna dan wangi lagi…?persahabatan yang dulu terjalin terasa sangat hangat, mengapa saat ini terasa dingin dan sangat hampa…?apa yang menyebabkan semua ini…?

Banyak hal yang dapat dilakukan untuk menyuburkan serta meningkatkan kasih sayang yang sudah tertanam. Insyaallah berikut ini kita akan berbincang tentang pupuk penyubur yang baik digunakan untuk menyuburkan kasih sayang.

1*Ucapkan Salam

Terkadang kita kurang memperhatikan hal~hal yang kita anggap kecil dan ringan. Seperti mengucapkan”assalamu’alaikum…”. Terlihat sangat ringan.dan mungkin disebabkan perasaan seperti itu kita selalu melupakannya. Padahal mengucapkan salam saat bertemu dan berpisah dengan sahabat atau pun sesama muslim memiliki pengaruh yang cukup besar. Perlu kita pahami bahwa dalam ucapan salam itu terdapat do’a yang di tujukan untuk orang yang kita ucapkan salam. Bahkan salam antara dua sahabat ini juga mampu menggugurkan dosa.

Disaat bertemu, ucapkanlah salam dan berjabat tanganlah bagi yang muhrim. Pahamilah bahwa salam itu adalah do’a. saat kita mengucapkan salam, pahamilah bahwa kita sedang mendo’akan sahabat kita. Dan berharaplah agar allah mengabulkannya.

Begitu besarnya pengaruh dari ucapan “ assalamu’alaikum..”.selain mampu menyuburkan rasa kasih sayang antara kita, ternyata ucapan “assalamu’alaikum..” juga mampu menggugurkan dosa~dosa. Dan apabila ucapan salam ini selalu diucapkan dengan sepenuh hati, kita akan merasakan indahnya persahabat dan terasa semakin kuat ikatan rasa kasih sayang antara dua orang sahabat.

2*Saling Mengingatkan

Saudara…

Kita ini adalah makhluk yang sangat selalu melakukan kesalahan~kesalahan dan dosa~dosa. Boleh dikatakan hampir setiap saat kita melakukan kesalahan dan dosa. Baik kita sadari atau pun tidak kita sadari. Baik dosa besar mau pun dosa kecil. Baik itu kesalahan yang dilakukan terhadap diri sendiri mau pun yang dilakukan terhadap orang lain.

Tiada salahnya jika kita coba untuk saling mengingatkan. Agar kita bisa saling menjaga, dan membuktikan rasa sayang itu dengan mengingatkan untuk tidak melakukan kesalahan dan dosa~dosa. Namun perlu kita ketahui bahwa tidak semua orang bisa menerima jika kita ingatkan, atau pun kita tegur saat melakukan kesalahan. Kita harus memiliki cara yang paling baik. Untuk melakukan suatu kebaikan, kita tidak hanya harus memiliki niat yang ikhlas. Namun kita juga harus memiliki cara yang baik dan benar. Misalnya disaat kita ingin bersedekah.niat kita sudah ikhlas.namun kita tidak tahu cara yang baik.sehingga orang yang kita berikan sedekah tadi merasa tersinggung dan merasa dihina. Sebab kita memberikan sedekah kita dengan cara melemparkannya.begitu juga saat kita ingin mengingatkan sahabat kita. Pilihlah cara yang terbaik dan paling lembut.yang tidak membuat sahabat kita merasa digurui atau merasa direndahkan atau punmerasa dipersalahkan. Kita tentu mampu mengingatkannya dengan penuh kasih sayang. Jangan katakana bahwa dia telah melakukan kesalahan, tapi hanya melakukan sebuah kesilapan. Dan pilihlah bahasa yang paling lembut dan halus, serta sampaikanlah dengan nada yang lembut pula. Mintalah agar sahabat kita juga sudi untuk mengingatkan kita dari berbuat kesilapan. Tentunya kita tidak ingin menjadi orang yang merugi seperti yang dikatakan dalam surat al asar.******

Dan yang paling penting, kita juga harus mau menerima teguran tau kritikan dari sahabat kita. Walau pun mungkin ia menggunakan cara yang kurang tepat dan menyakitkan hati kita. Mungkin ia menegur kita dengan kata~kata yang kasar. Tapi percayalah, jika kita mau menerimanya dan berusaha untuk memperbaiki diri, itu akan membawa kebaikan pada diri kita. Yang penting untuk kita ingat ialah bahwa ia melakukan itu karena ia tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi ke atas diri kita. Karena ia menyayangi kita. Saudara..,anda juga tidak ingin dia bereda dalam lembah dosa yang sangat gelap dan kotor.

Adakah anda menyayangi sahabat anda…?

Tiada seorang pun diantara kita yang menginginkan kehancuran terjadi terhadap seseorang yang sangat kita sayangi. Tak seorang pun menginginkannya. Saya menyayangi anda, dan saya sangat tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi terhadap diri anda. Saya mengajak anda untuk mengikuti langkah seseorang yang sangat menyayangi kita semua “umat islam”, dan telah banyak berkorban untuk kita. Kita ikuti langkah~langkahnya agar kita selamat dari ranjau dunia. Beliau adalah seseorang yang sangat menyayangi kita. Disaat wafatnya, beliau masih saja memikirkan kita. Beliau adalah Rasulallah, nabi Muhammad. Beliau mengajarkan kita tatacara bersahabat yang baik. Bahkan diantara sahabat~sahabatnya dibentuk rasa persaudaraan yang sangat kuat. Dan kita akan mencontohi mereka.

3*Berlomba~lomba Dalam Kebaikan

Para pembaca yang disayangi allah…

Setelah kita buktikan rasa saying kita dengan saling mengingatkan dari berbuat kesalahan dan dari berbuat dosa, tentunya kita juga menginginkan sahabat kita menjadi lebih baik dari sebelumnya. Sepeti inilah indahnya kasih sayang itu. Disaat kita mendapatkan suatu kebaikan, kita juga akan berharap orang yang kita sayangi mendapatkan kebaikan seperti apa yang kita dapatkan. Disaat kita ditimpa suatu musibah, kita akan tetap berharap sahabat kita tetap dalam kebaikan dan keselamatan. Kita selalu berharap sahabat kita selalu dalam kebaikan. Apakah anda juga berharap sahabat anda memperoleh kebaikan? Berharap sahabat anda mendapat pahala yang banyak? Dan berharap sahabat anda masuk syurga bersama anda nantinya…?

Tiada salahnya jika kita kembali mengingat kisah teladan yang ada pada diri sahabat~sahabat rasul. Kisah para sahabat yang selalu berlomba~lomba untuk berbuat kebaikan dan memperoleh kasih sayang dari sang maha Pencipta.

Ajaklah sahabat~sahabat anda untuk melakukan kebaikan secara bersama~sama atau pun sendiri~sendiri. Ajaklah untuk sholat tahajjut bersama~sama dan ajak pula untuk sholat berjamaah dimesjid. Ajaklah untuk berbuat kebaikan walau sekecil apa pun.walau hanya menyingkirkan duri dari jalan.ajalah dengan cara yang paling baik dan yang paling lembut. Walau pun mungkin hanya denga berkata “sebelum kita pergi kesana kita sholat zuhur dimesjid ya..”atau “aku punya sedikit uang, aku ingin memberikannya kepada orangtua itu. Kamu ikut aku ya..”. Berbagai perkataan lain yang bisa anda ucapkan untuk mengajak sahabat anda untuk berlomba~dalam berbuat kebaikan. Tanamkanlah suatu prinsip pada diri anda dan sahabat anda “tiada hari tanpa melakukan kebaikan”.

4*Jadilah Rahmat Bagi Seluruh Alam

Diawal tadi kita telah menyebut sedikit tentang sesosok pribadi yang sangat pantas untuk menjadi teladan yang indah bagi kita semua.semua orang merasa aman dan tenteram bila berada dekat dengannya. Tiada perasaan was~was dan bimbang jika berada disisinya. Tiada rasa takut akan ditipu olehnya.karena dia bukan penipu.dia tiada pernah berdusta walau pun hanya sekali. Jika menjadikannya sebagai pengelola harta, maka tiada seorang pun yang khawatir akan kerugian. Tiada seorang pun yang tidak percaya kepadanya.itulah sosok pribadi seorang Muhammad bin Abdullah. Kita tidak sedang bercerita tentang beliau saat menjadi nabi. Tapi kita bercerita saat beliau belum menjadi nabi. Beliau orang yang jujur, bijaksana, amanah. Muhammad bin Abdullah bukan lah seorang yang penipu, atau pun pengkhianat. Sahabat dan musuh sangat menghormatinya. Semua orang mempercayainya sehingga beliau digelar al amin. Beliau merupakan seorang teladan yang sangat indah. Sikap beliau yang ramah, sangat bersahabat, dan memiliki budi pekerti yang sunguh menawan, mampu membuat orang lain menaruh hormat kepadanya.

Begitu juga hendaknya kita. Sebagai seorang manusia, kita harus memiki sifat~sifat yang disukai oleh orang lain. Seperti jujur, amanah, baik, dan berbagai sifat yang lainnya. Tanamkanlah sifat~sifat ini dalam diri anda dan sahabat anda.sehingga apabila anda berada disuatu tempat, orang lain tidak merasa bimbang dengan kehadiran anda dan sahabat anda. Apabila anda berteman dengan seseorang, keluarga teman anda tidak akan bimbang anaknya akan melakukan kejahatan. Sebab mereka tahu bahwa anaknya berteman dengan anda yang tidak akan mengajak orang lain melakukan kejahatan. Malah sebaliknya, anda akan membawa perubahan yang baik terhadap orang yang berteman dengan anda. Begitu juga dengan orangtua anda, mereka akan merasa sangat senang dan merasa sangat behagia melihat persahabatan yang sangat berbeda dari yang biasa. Biasanya orang bersahabat karena ada rasa membutuhkan terhadap yang menjadi sahabatnya. Atau dengan kata lain, persahabatan yang terbina karena saling ingin mengambil manfaat. Tapi anda bersahabat karena ALLAH. Anda tidak mengharap manfaat dari orang lain. Melainkan andalah yang menebarkan manfaat kepada orang lain. Inilah persahabat yang akan membawa manfaat dihari kiamat.

Masyarakat disekitar tempat anda tinggal pun akan merasa tenang dan tentram. Mereka akan merasa nyamandan tenang dengan melihat sepasang sahabat yang selalu berusaha untuk berbuat kebaikan dan memberikan manfaat kepada orang lain. Mereka tidak perlu khawatir dengan keadaan pergaulan remaja yang tidak baik saat ini. Karena mereka masih melihat remaja~remaja yang bersahabat, yang selalu menjadi contoh teladan yang baik bagi remaja yang lain dan bagi anak~anak mereka.

Tentunya kita juga sangat ingin mendapatkan cinta ALLAH. Siapa yang tidak ingin dicintai allah..?apabila allah telah mencintai seseorang, maka seluruh alam beserta isinya, baik dibumi mau pun yang dilangit, akan mencintai seseorang itu.seperti yang dikatan dalam sebuah hadits qudsi bahwa ketika allah telah mencintai seorang hamba, maka allah akan memberitahukan kepada jibril,maka jibril memberitahukan kepada seluruh isi langit dan bumi bahwa allah telah mencintai orang tersebut. maka seluruh apa yang ada di langit dan di bumi wajib mencintai hamba allah itu.

Saudara yang mencari rahmat allah…

Apalagi yang anda ragukan? Lepaskan semua atribut persahabatan yang hanya mengharapkan manfaat duniawi saja. Mulailah membangun persahabatan yang bermanfaat didunia dan diakhirat. Ketahuilah…persahabatan yang terbina karena ingin mengambil manfaat, akan hancur saat manfaat yang ingin diambil telah habis, atau disaat yang kita perlukan darinya telah ada pada diri kita. Ciptakanlah persahabatan yang indah. Yang dihiasai dengan perbuatan~perbuatan baik, dengan akhlak mulia, dengan budipekerti yang lembut. Buktikanlah bahwa kita diciptakan adalah untuk memakmurkan bumi allah ini.

5*Kusampaikan Rasa Sayang ini Padamu

Rasa sayang telah pun tumbuh subur ditaman hati. Namun, bunga dan wanginya belum lagi terlihat. Saat seorang ibu menyayangi anda, anda akan dapat merasakan rasa sayang yang ibu luahkan kepada anda. Anda akan merasakan nikatnya serta indahnya disayangi. Tapi bagaimana dengan ibu itu…?apakah ibu itu juga dapat merasakannya…?apakah ibu itu juga dapat merasakan indahnya serta manisnya kasih sayang yang ibu itu miliki…?

Jika anda menyayangi seseorang, namun orang tersebut tidak membalas dengan kasih sayang anda. Tentunya anda akan meras sedih dan kecewa. Seperti kata pepatah “bertepuk sebelah tangan”. Anda akan merasakan segala yang telah anda lakukan dan yang anda korbankan semuanya sia~sia belaka. Bagaimana caranya agar kita menyayangi seseorang tanpa harus merasa dikecewakan atau disakiti ?

Ketulusan hati..,ya…dengan ketulusan hati, anda tidak perlu merasa tersakiti atau dikecewakan. Disaat menyayangi seseorang, anda harus selalu ingat perkataan ini “saya menyayanginya untuk karena allah”.jika perlu, anda lafaskan berulang~ulang. Dengan lafas ini berarti anda memang tidak berharap apa~apa dari orang yang anda sayangi. Anda hanya menjalani kewajiban sebagai seorang muslim. Anda menyayanginya dan menyayangi semua makhluk allah hanya mengharap agar ALLAH sudi menyayangi dan mencintai anda. Itulah harapan yang sesungguhnya yang harus ada didalam hati anda. Dan anda harus yakin, bahwa ALLAH tidak akan pernah mengecewakan anda. Dan jika orang yan anda sayangi tidak membalas kasih sayang anda, anda harus yakin bahwa ALLAH telah menyediakan yang jauh lebih baik untuk anda. Ketulusan hati anda tidak dapat muncul begitu saja, melainkan dengan usaha dan kesungguhan anda dalam melatih dan menata hati anda. Hati juga perlu dilatih untuk terbiasa bersabar, untuk terbiasa memahami hikmah disebalik setiap kejadian. Insyaallah…jika anda mampu untuk melatih dan mengendalikan hati anda, anda akan merasakan indahnya serta manisnya menyayangi. Seperti kasih seorang ibu kepada anak~anaknya yang tanpa mengharap apa pun dari anaknya yang lahir dari rahimnya. Padahal dia tidak pernah tahu, apakah anak ini nantinya baik ataukah menjadi seorang yang durhaka. Semua dilakukan dengan ketulusan hati.

Setelah anda merasakan adanya kasih sayang dan cinta dihati anda, tentunya anda ingin meluahkannya. Bagaimana caranya? Jika serang ibu meluahkan rasa sayang kepada anaknya dengan membelai anaknya, dengan menyediakan semua keperluan anaknya, dengan mencium anaknya, dengan menyekolahkannya, mendidiknya dengan baik, dan dengan cara~cara yang lain. Bagaimana dengan anda yang menyayangi sahabat anda ? apa yang harus dilakukan ? luahkanlah rasa kasih sayang anda dengan cara~cara berikut ini..

A. Belailah sahabat anda dengan do’a

Tiada satu makhluk pun didunia ini yang mampu menumbuhkan rasa cinta dan sayang dihati kita. Melainkan ALLAH. Hanya allah saja yang mampu menumbuhkan rasa itu didalam hati kita. Karena ALLAH sang penciptanya, ALLAH yang telah menciptakannya dan meletakkannya didalam hati setiap makhluknya.

Seperti yang telah kita bicarakan diawal~awal tadi, bahwa disaat kita menyayangi seseorang, kita selalu mengharapkan orang yang kita sayangi selalu berada dalam kebaikan. Maka, buktikanlah rasa sayang anda itu dengan menyampaikan harap~harap anda kepada ALLAH dengan mendo’akan sahabat anda. Lafaskan do’a anda untuk sahabat anda. Mohonkanlah agar ALLAH selalu melindungi sahabat anda, serta memberikan berbagai kebaikan terhadap sahabat anda. Setelah sholat, do’akanlah sahabat anda. Walau pun sahabat anda tidak tahu bahwa anda selalu mendo’akannya. Lafaskanlah do’a anda dengan penuh harap kepada ALLAH. Mohonkanlah ampunan untuk dosa~dosa sahabat anda kepada ALLAH. Sebut namanya dalam do’a anda. Do’akan ia selalu. Ini sangat indah… sungguh indah…seorang sahabat mendo’akan kebaikan untuk sahabatnya yang lain. Sahabat yang dido’akan tidak mengetahui tentang hal itu..tiada seorang pun yang mengetahui. Hanya dia dan allah saja yang tahu tentang itu. Hanya ALLAH yang mengetahui harapan~harapannya kepada ALLAH untuk sahabatnya. Ini sungguh luar biasa. Inilah sebuah ketulusan yang nyata. Tiada berharap kecuali kepada ALLAH.

Disaat seorang sahabat tiada disisi, sahabat yang lain memohonkan perlindungan kepada ALLAH bagi sahabatnya. Sungguh luar biasa…coba anda perhatika…! Anda memohonkan kepada ALLAH satu kebaikan untuk sahabat anda tanpa diketahui oleh sahabat tersebut. Bagaimana perasaan anda jika anda mengetahu ada seorang sahabat yang selalu mendo’akan anda? Padahal anda tidak pernah memintanya. Beginilah indahnya persahabatan dalam islam.

B. Maafkanlah kesalahanku..

Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan. Begitu juga dengan sahabat yang anda sayangi. Tidak tertutup kemungkinan sahabat yang anda sayangi melakukan kesalahan yang menyakiti anda. Baik itu yang kesalahan yang kecil mau pun kesalahan yang besar. Namun yang paling penting adalah bagaimana menangapi kesalahan~kesalahan yang dilakukannya. Apakah kesalahan ini akan membuat kita membencinya dan tidak lagi menyayanginya ? terkadang perilaku yang tidak kita senangi dilakukannya terhadap kita.mungkin dia telah mengingkari janjinya untuk bertemu dengan anda pagi ini, atau mungkin ia lupa bahwa hari ini adalah hari ulang tahun anda, atau mungkin ia telah mengucapkan suatu perkataan yang menyakiti hati anda. Perlu anda ketahui “ Tiada seorang pun didunia ini yang ingin melakukan kesalahan ”.Seorang pencuri pun tidak inginmelakukan kesalahan. Ada sebuah kisah tentang pencuri yang ditangkap oleh polisi. Polisi berkata kepadanya :”disaat kamu mencuri dirumah si fulan, kamu hanya mengambil uangnya, dan tidak mengambil emas dan berliannya. Sebenarnya apa motif anda ?”.Pencuri itu menjawab :” cukup..,cukup tuan…jangan tuan sebut~sebut lagi kesalahan saya itu.” Rupanya ia tidak mengambil emas dan berlian bukan karena ada tujuan~tujuan lain. Melainkan ini merupakan kesalahannya. Ternyata pencuri itu menyesali kesalahannya. Dan ia tidak ingin melakukan kesalahan itu lagi.

Beginilah cara menanggapi kesalahan~kesalahan yang dilakukan oleh sahabat kita. Disaat ia melakukan kesalahan, yakinkan pada hati anda bahwa ia pun tidak ingin melakukan kesalahan. Katakana dalam hati anda “mungkin ia lupa..,mungkin ia sedang banyak masalah..,mungkin ia sedang tidak sehat..,mungkin ia sedang sibuk..”,atau kemungkinan~kemungkinan yang lain.

Maafkanlah kesalahan~kesalahan sahabat anda. Sangat tidak pantas, anda menghukum bathin seorang sahabat dengan tidak memberi maaf dan tidak tersenyum kepadanya. Yang ia mendapatkan hukuman hanya karena ia melakukan sesuatu yang tidak kita sukai. Sedangkan sahabat itu melakukannya bukan atas kehendaknya. Maafkanlah…maafkanlah ia..lafaskanlah dengan lidah anda bahwa anda memaafkan setiap kesalahan~kesalahannya. Semoga ini dapat melembutkan hati anda dan dapat menyayangi dengan lebih tulus.

C. Ku Ingat Kebaikannya, dan ku lupakan setiap kesalahannya..

Para pembaca yang disayangi allah…

Ternyata orang yang selalu memusuhi kita pun pernah melakukan kebaikan terhadap diri kita. Coba ingat~ingat kembali…! Mungkin ia pernah menghina kita. Sehingga dengan hinaan itu kita telah merubah diri kita untuk lebih baik. Bukankah itu satu kebaikan ? lebih~lebih lagi sahabat yang kita sayangi. Seorang sahabat yang selalu melakukan kesalahan sekali pun, memiliki suatu kebaikan yang pernah dilakukannya terhadap kita. Namun terkadang kita kurang memperhatikan hal itu. Kita melupakannya. Apakah kita akan melupakan kebaikan seorang sahabat hanya karena ia pernah melakukan kesalahan ? kesalahan~kesalahannya selalu anda ingat. Mengapa kebaikannya dilupakan ? ini sungguh tidak adil. Tentunya anda juga tidak ingin kesalahan anda dingat~ingat oleh orang lain. Sementara kebaikan anda dilupakan.

Sebalum anda tidur, cobalah untuk mengingat~ingat kembali kebaikan~kebaikan yang pernah dilakukan oleh sahabat~sahabat anda. Mohonkanlah agar ALLAH membalas setiap kebaikan yang pernah dilakukannya. Hapuskanlah kesalahan sahabat anda dari hati anda dan ingatlah kebaikan~kebaikannya. Maafkanlah kesalahan~kesalahan sahabat anda. Memaafkan seseorang atas kesalahan~kesalahannya dapat membersihkan dan melembutkan hati anda. Apalagi yang anda tunggu...?dengan mengingat kebaikan seseorang juga mampu membuat hati anda merasa senang dan ingin membalas dengan kebaikan juga. Hal ini akan membuat kita merasa nyaman bersama sahabat kita. Begitu juga dengan sahabat kita. Ia akan merasa nyaman jika ia berada kita.

D. Tutupi Kekurangannya

Setiap manusia memiliki kelebihan dan juga memiliki kekurangan. Begitu juga dengan kita. Disatu sisi kita memiliki kelebihan. Namun disi lain kita juga memiliki kekurangan. Demikian juga dengan sahabat anda. Mungkin disatu sisi dia adalah orang yang berwajah bagus, pintar, suaranya bagus, amal ibadahnya baik, budipekertinya menawan, dan masih banyak kelebihan~kelebihan yang lain. Tetap saja dia memiliki kekurangan disisi yang lain dalam dirinya. Disinilah persahabatan yang dipenuhi dengan rasa kasih sayang itu diperlukan.

Sebagai seorang sahabat, tentunya anda tidak ingin sahabat yang anda sayangi dipermalukan atau pun dipandang rendah oleh orang lain. Sebagai seorang sahabat, anda juga tentu tidak ingin sahabat yang anda sayangi merasa terasingkan atau merasa kesepian karena dijauhi oleh orang lain. Jika demikian, tentunya anda tidak akan tinggal diam disaat anda melihat kekurangan sahabat anda. Bukan hanya itu, anda juga tentu akan berusaha untuk menutupi kekurangan sahabat yang anda sayangi itu. Mengapa demikian ?mengapa ada keinginan untuk membantunya ? ini disebabkan perasaan sayang yang telah tumbuh dan berakar didalam hati anda. Anda akan merasa bahwa kekurangan atau aib yang ada pada diri sahabat yang anda sayangi adalah kekurangan dan aib anda juga. Anda tidak ingin orang lain mengetahui itu. Sehingga anda mencoba untuk menutupinya. Dan anda akan berkata “cukuplah saya dan ALLAH saja yang tahu”. Beginilah indahnya persahabatan dengan kasih sayang yang bersih dari sifat yang saling ingin memanfaatkan atas dasar kebutuhan.

E. Perhatianku Padamu

Biasanya, apabila kita sudah saling berjauhan, yang seorang berada ditimur dan yang seorang lagi berada dibarat, sebagian kita sering melupakan orang~orang yang kita sayangi. Tidak lagi memperhatikan betapa pentingnya komunikasi antara keduanya. Sebagian kita beranggapan jika tidak berkomunikasi, atau tidak menghubungi sahabat, tidak berakibat apa~apa. Padahal komunikasi itu sangat penting agar silaturahim tidak terputus. Dalam suatu riwayat pernah diceritakan bahwa pada suatu malam Bilal bin Rabah bermimpi bertemu dengan rasulullah dan sahabat~sahabat yang lain yang telah wafat. Dikatakan kepadanya “apakah engkau sudah melupakan kami sehingga engkau tidak pernah lagi mengunjungi kami ?”Bilal terbangun dan menangis. Ia menangis. Rasulallah, Umar Bin Khottob, Abu baker assiddik, dan sahabat~sahabat yang lain merupakan orang~orang yang sangat disayangi oleh Bilal. Keesokan paginya Bilal langsung meninggalkan kampung halamannya dan pergi menuju tempat dimana Rasulallah dan para sahabat dimakamkan.

Begitulah kisah persahabat yang pernah diajarkan dalam islam. Persahabatan yang dibina dengan pondasi mencintai karena ALLAH. Walau pun kita sudah terpisah dengan sahabat kita, tidak lagi berada ditempat yang sama, kita tetap harus mengunjunginya dan tetap mengenangnya. Walau pun mungkin kita hanya bisa berkirim surat, dan mengingatnya dalam do’a kita. Jika anda pergi dari kampong halaman anda, anda meninggalkan sahabat~sahabat anda, keluarga anda, dan saudara~saudara anda. Tetaplah berhubungan dengan mereka. Walau pun sekiranya anda hanya bisa berkirim sms dan sebagainya. Tetaplah menjaga kehangatan persahabatan dan persaudaraan. Jika tidak pernah berkomunikasi, tahukah anda bagaimana perasaan mereka ?mereka akan merasa dilupakan, merasa tidak lagi diperlukan, dan berbagai perasaan lain mungkin muncul dihati mereka. Mereka akan bersedih…

Agar tidak terjadi hal~hal yang demikian, dan agar persahabatan serat persaudaraan tetap terjalin hangat. Rasanya sangat perlu kita menjaga komunikasi antara kita dan mereka. Untuk menjaga serta mempererat perasaan sayang yang telah lama terjalin, mungkin kita akan tetap berkomunikasi walau pun mungkin hanya sekedar bertanya kabar . mungkin kita bertanya “bagaimana kabarmuhari ini ?” atau “kamu sudah sholat subuh?, apakah kamu baik~baik saja ?” jika dia sakit, mungkin kita akan bertanya “apakah kamu sudah makan obatnya?”Masih banyak pertanyaan~pertanyaan yang bisa kita gunakan. Disaat yang sama kita juga bisa mengungkapkan harapan~harapan kita kepadanya. Misalnya “saya berharap smoga allah segera menyembuhkan kamu.”atau “ saya berharap kita bisa bertemu lagi..”

Disaat kita dekat dengannya atau pun disaat kita jauh darinya, kita tetap harus memberikan perhatian kita pada sahabat kita. Karena dia adalah orang yang kita sayangi, dia sahabat kita. Walau pun tidak seperti disaat dekat, kita tetap akan meperhatikannya. Walau mungkin hanya bertanya tentang kabarnya kepada orang lain jika tidak bertemu dengan sahabat kita itu.

F. Memberikan Hadiah

Setiap orang akan merasa senang jika diberi hadiah. Tanpa menilai apa hadiah yang diberikan. Apakah hadiah itu mahal, atau barang yang tidak berharga sekali pun. Perasaan senang itu tetap ada disaat menerima hadiah itu. Disaat~saat tertentu, seseorang seakan~akan menanti~nanti hadiah dari seseorang yang istimewa dihatinya. Walau pun hanya berupa ucapan, atau berupa isyarat~isyarat saja. Disaat hari ulang tahun, kita mungkin akan merasa dilupakan apabila tiada seorang pun yang mengucapkan “selamat ulang tahun” kepada kita. Begitu juga disaat selesai ujian, dan kita mendapatkan nilai terbaik. Tapi guru kita tidak mengucapkan “selamat”,dan kawan~kawan kita bersikap biasa~biasa saja. Tiada seorang pun yang mengucapkan selamat atau menjabat tangan kita. Mungkin kita akan merasa sedikit sedih atau merasa dilupakan. Anda pun merasa tidak dapat merasakan bahagianya memperoleh nilai terbaik.

Ini merupakan sebagian dari gambaran tentang nilai sebuah hadiah. Dalam persahabatan anda juga akan menjumpai hal~hal yang seperti itu. Anda juga merasakan perasaan yang sama. Dan hal yang terpenting adalah ternyata hadiah mampu mempererat persahabatan dan menyegarkan kasih sayang. Hadiah bisa berbagai berbentuk. Dan kita akan memisahkannya menjadi dua. Yang pertama hadiah yang berupa ucapan, dan yang kedua hadiah yang berupa benda atau pun material.

Hadiah yang berupa ucapan sangat mudah diberikan dan juga mempunyai pengaruh yang cukup besar. Akan tetapi jangan karena ini sangat mudah dan tidak memerlukan modal,lalu kita jadi terlalu sering memberikannya. Hadiah ini tidak boleh diberikan terlalu sering. Jika terlalu sering diucapkan, maka ia akan terkesan biasa saja. Hadiah ini bisa anda ucapkan disaat~saat yang khusus, atau dalam hal~hal yang khusus saja. Misalnya disaat sahabat anda menepai janjinya kepada anda atau pun kepada orang lain. Anda bisa mengatakan “alhamdulillah..kamu memang sahabatku yang amanah”. berbagai kalimat lain yang dapat anda gunakan untuk menghibur hati sahabat anda.

Demikian juga dengan hadiah yang berbentuk benda. Anda tidak perlu memilih hadiah yang mahal. Anda hanya perlu memperhatikan apa yang disukai dan apa yang tidak disukai orang yang akan anda berikan hadiah. Masalah harga tidak akan dipermasalahkan. Walau pun hadiah itu murah, atau tidak berharga sekali pun. Yang penting anda mampu untuk menjadikan hadiah itu sebagai sesuatu yang mampu membuat orang yang meneimanya menjadi terkesan. Anda bisa menyelipkan puisi, kata~kata hikmah, atau surat didalam bungkusan hadiah itu. Tulislah diluarnya ucapa yang berkaitan dengan peristiwa yang menyebabkan anda memberikan hadiah kepadanya. Ini akan memberikan kesan yang cukup istimewa dihati orang yang menerima hadiah itu.

G. Bersikap Lembut

Setelah beberapa lama kita mengharungi samudra persahabatan, dan kita telah mencoba melakukan hal~hal yang dapat menyuburkan persahabatan, agar persahabatan dapat tumbuh dengan subur. Tentunya semua itu tidak berlalu begitu saja. Banyak masalah yang harus dihadapi. Semua masalah yangterjadi haruslah dihadapi dengan baik. “seperti menarik rambut dari dalam tepung”. Rambut yang ditarik jangan putus, dan tepungnya jangan sampai tumpah. Seperti itu juga prinsip menyelesaikan masalah~masalah dalam persahabatan. Kita harus selalu berusaha utnuk bersikap bijaksana, dan tidak mementingkan diri sendiri. Dalam menyelesaikan masalah~masalah itu, kita jangan lupa tujuan kita. Kita sedang ingin menyelesaikan masalah, bukan merusak persahabatan. Yang kita harapkan ialah permasalahan selesai dengan baik, dan persahabatan tidak retak. Inilah yang kita harapkan.

Untuk itu kita perlu persiapan~persiapan yang baik, yang dapat kita gunakan disaat~saat kita mnghadapi masalah dalam persahabatan. Kita perlu berlatih diri untuk melakukan hal~hal yang mungkin belum pernah kita lakukan.

Kita harus membiasakan diri untuk mengatakan suatu perkataan yang lembut yang mampu menggugah perasaan orang lain. Walau pun disaat~saat kita sangat tidak bisa mengeluarkan kata~kata itu. Disaat~saat emosi kita mencoba untuk mengendalikan kita. Yangmembuat muka menjadi merah. Misalnya disaat sahabat kita melakukan melakukan suatu perbuatan yang sangat tidak kita sukai. Perbuatan yang sangat kita benci. Tentunya disaat itu emosi kita tiba~tiba meninggi. Rasanya ingin meluahkan segenap kemarahan yang membara dihati kita. Disaat itulah kita harus mencoba untuk bersikap yang tenang. Tidak memperlihatkan kemarahan kita. Dan mencoba untuk menghadapi masalah yang ada dihadapan dengan sikap bijaksana. Kita tidak harus mengeluarkan kata~kata yang kasar untuk meluahkan kemarahan anda dalam menyelesaikan masalah ini. Rasa tidak suka tidak harus diluahkan dalam bentuk kata~kata kasar. Kita bisa memilih kata~kata yang baik dan kata~kata yang lembut. Yang mampu menyentuh hati sahabat kita yang melakukan kesalahan tadi. Kata~kata yang sanggup untuk mempengaruhi bathinnya untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik. Jika kita keluarkan kata~kata kasar, kita tidak akan mampu merubah dirinya menjadi lebih baik. Kata~kata kasar hanya akan membuatnya menjadi marah dan merasa dipukul dan akibatnya persahabat akan hancur. Ingat..! tujuan kita bukan untuk menghancur persahabat, melainkan untuk menyelesaikan permasalahan. Jika persahabatan hancur, ini bermakna kita gagal dalam menyelesaikan masalah. Dan kita telah berada dalam masalah yang baru yang jauh lebih besar. Yaitu terputusnya silaturahim antara kita.

Bersabarlah…bersabarlah dalam menghadapi masalah. Tiada masalah yang tidak dapat diselesaikan. Mungkin tidak bisa selesai sekarang. Tapi tetap akan ada jalan penyelesaiannya. Mungkin perlu waktu. Namun kita harus tetap berusaha menyelesaikannya. Kita tidak boleh menjauhi sahabat kita itu. Mungkin kita perlu meninggalkannya untuk beberapa saat hingga kita dan dia menjadi tenang.

H. Ini bukan salahmu...

Mungkin sudah menjadi tabi’at kita yang selalu tidak ingin disalahkan. Dan lebih mudah rasanya jika menyalahkan orang lain. Yang harus diperhatikan adalah sifat manusia yang selalu tidak ingin disalahkan. Disaat sahabat atau pun orang yang kita sayangi melakukan kesalahan, janganlah kita langsung menyalahkannya. Seperti yang dikatakan diawal~awal tadi “tiada seorang pun yang ingin melakukan kesalahan”. Jadi kita tidak harus menyalahkannya. Dia memang melakukan kesalahan. Tapi ini tidak berarti dia harus dipersalahkan. Melainkan kita harus memperbaikinya. Agar kesalahan itu tidak terulang lagi, dan agar sahabat kita bisa menjadi lebih baik.

Disaat kita mencoba untuk menegurnya, atau menasehatinya, atau pun ingin memperbaikinya, jangan kita mengungkit kesalahan~kesalahannya. Untuk memperbaiki kesalahannya, kita tidak perlu menyebut kesalahannya. Bagaimana caranya menasehati seseorang agar memperbaiki kesalahannya tanpa menyebut kesalahannya? Kita hanya perlu bercerita sedikit tentang suatu kisah yang berkaitan dengan apa yang dilakukannya, apa yang sebaiknya dilakukan saat menghadapi peristiwa seperti yang sahabat kita alami, kebenaran yang berkaitan dengan perbuatannya. Tapi ingat..!tidak menyebut atau mengkaitkan dirinya dengan yang sedang kita bicarakan. Biarlah dirinya yang menyadarinya dengan sendirinya.

Misalnya, jika sahabat kita itu telah melakukan kesalahan yang berkaitan dengan maksiat. Jangan kita langsung menegurnya. Tunggulah hingga kejadian itu tidak hangat lagi. Setalah itu barulah kita berbincang dengannya dari hati ke hati. Kita bisa bercerita padanya tentang akibat dari kesalahan yang serupa yang pernah dilakukan oleh orang yang terdahulu. Dan bagaimana cara yang telah dilakukan oleh orang tersebut untuk mengatasi dan menghindari masalah itu, serta agar tidak mengulanginya.

Bicaralah dari hati ke hati…disaat~saat tertentu mungkin kita bisa mengatakan “ini bukan kesalahan kamu..ini kesalahan saya. Maafkan saya…” atau ” ini bukan sepenuhnya kesalahan kamu..,saya juga bersalah. karena saya tidak tidak mengingatkan kamu..,padahal saya tahu..,maakan saya..”.sepeti yang diceritakan dalam sebuah kisah. Seorang anak telah melakukan kesalahan, dan telah diketahui oleh ayahnya. Namun ayahnya tidak memarahinya. Ayahnya membawanya ketempat dimana saat itu hanya ada mereka berdua. Sang ayah mengambil sebatang kayu pemukul. Ia bertanya kepada anaknya.”benarkah engkau telah melakukan kesalahan itu..?”anaknya menjawab:”benar ayah..saya telah melakukannya..”.apakah kamu tahu itu salah..?”ayah bertanya lagi.”ya..”.jawab anaknya. “Tapi kamu tetap melakukannya…?”.tambah ayahnya”ayah..maafkn saya..”. ayah menjawab”ya..ayah memaafkan kamu…tapi kamu tetap dihukum.”.anaknya diam dalam ketakutan.”sekarang kamu pegang kayu ini..!”lanjut ayahnya. Anaknya bingung… apakah saya dihukum untuk memukul diri sendiri..?” bertanya didalam hati. Dia tetap diam dan melihat wajah ayahnya. Ayahnya tersenyum sambil berkata “kamu telah melakukannya. Sebagai hukumannya…kamu pukul ayah…sebab ayah tidak menjaga kamu dari berbuat salah. Ayah telah salah sebab membiarkan kamu melakukan kesalahan itu. maka kamu pukul ayah..” anaknya bingung..”ayah...,yang melakukan kesalahan itu saya..,bukan ayah..” anak membantah”kamu melakukannya sebab kesalahan ayah...,ayah yang salah…karena membiarkan kamu...,ayahlah yang harus dihukum. Setiap kali kamu melakukan kesalahan, maka itu adalah kesalahan ayah dalam mendidik kamu. Maka ayahlah yang akan menerima hukumannya. Ayah dihukum bukan karena kesalahan kamu. Tapi karena kelalaian ayah dalam menjaga kamu.” Ayahnya menjelaskan. Anaknya langsung menangis..” ayah..,maafkan saya...,maafkan saya ayah...saya janji..mulai saat ini saya tidak akan melakukan kesalahan~kesalahan itu lagi. Saya sayang ayah…maaf saya ayah”.ayahnya tersenyum gembira. Sebab ia telah berhasil.

Demekian juga saat kita ingin menasehati sahabat kita. Bicaralah dari hati ke hati. Pilihlah tempat dan suasana yang dapat menenangkan fikiran kita dan sahabat kita. Tempat yang membuat dia tidak merasa seolah~olah sedang dihakimi didepan umum. Bicaralah dari hati ke hati.

I. Kejujuran

“Kejujuran”, rasanya terlalu mudah untuk diucapkan. Tapi apakah kejujuran itu ? apakah menjawab pertanyaan~pertanyaan dengan jawaban yang sesuai dengan kenyataan jika ditanya itu kejujuran ? jika melihat pencurian, namun tetap diam dengan alasan “tidak ditanya”. Apakah ini kejujuran ?

kejujuran, mengatakan..mengungkapkan..melakukan..segala sesuatunya sesuai dengan kenyataan..sesuai dengan apa yang dirasakan dan dilihat serta didengar..kejujuran itu sangat penting dalam membina satu hubungan. ia merupakan modal utama dalam kehidupan.